Literasi Regulasi

Arti Kode ML, MD, SD, dan NA pada Nomor Izin Edar BPOM

Dua huruf di depan nomor itu bukan hiasan. Keduanya menandai kategori produk dan tempat produksinya — dan berhenti di situ.

14 September 2026 · ± 5 menit baca

Orang biasanya menyalin nomor izin edar dari kemasan tanpa memperhatikan dua huruf di depannya. Padahal huruf itulah bagian yang paling cepat memberi keterangan: ia menyebutkan produk ini masuk golongan apa, dan dibuat di mana. Halaman ini menerangkan arti tiap kode — tidak lebih.

Satu nomor, dua lapis keterangan

Nomor izin edar terbagi menjadi dua bagian yang dibaca dengan cara berbeda. Deretan angkanya adalah penanda satu produk tertentu, dan hanya berguna kalau dicocokkan ke pangkalan data resmi. Huruf di depannya justru bisa langsung dibaca siapa saja, karena ia memakai pola yang tetap: huruf pertama menandai kategori produk, huruf kedua menandai asalnya.

Ketiga produk konsumsi di antara produk AFC Jepang yang kami salurkan terdaftar dengan kode ML, sedangkan satu produk oles memakai kode NA. Perbedaan dua huruf itu sudah cukup untuk memberi tahu bahwa keduanya bukan kelompok yang sama, bahkan sebelum Anda membaca satu baris pun keterangan lain di kemasan.

Arti kode ML pada BPOM dan tiga kode tetangganya

ML

Pangan olahan, diproduksi di luar negeri

Huruf M menandai kategori pangan olahan; huruf L menandai produk itu dibuat di luar negeri lalu diimpor. Tiga produk konsumsi dalam katalog kami memakai kode ini.

MD

Pangan olahan, diproduksi di dalam negeri

Kategori yang sama persis dengan ML. Yang berbeda hanya tempat produksinya, yaitu di Indonesia. Perbedaannya soal asal, bukan soal tingkatan.

SD

Suplemen kesehatan, diproduksi di dalam negeri

Huruf S menandai kategori yang berbeda dari pangan olahan, dengan ketentuan label dan iklannya sendiri. Tidak ada satu pun produk di katalog kami yang berkode SD.

NA

Kosmetik, melalui jalur notifikasi

Huruf N menandai produk kosmetik. Kelompok ini tidak melalui pendaftaran seperti pangan olahan, melainkan dinotifikasikan. Satu produk oles di katalog kami memakai kode ini.

Polanya konsisten, tetapi tidak seragam sempurna: pada pangan olahan, produk impor memakai huruf L, sementara pada suplemen kesehatan produk impor memakai huruf I. Karena itu kode dibaca sebagai pasangan utuh, bukan huruf per huruf yang ditebak sendiri.

Kenapa kategorinya menentukan banyak hal

Kategori bukan sekadar label administratif. Ia menentukan ketentuan mana yang berlaku atas sebuah produk: bagaimana labelnya harus ditulis, keterangan apa yang boleh disampaikan penjualnya, dan sejauh mana penjual itu boleh melangkah. Pangan olahan, suplemen kesehatan, dan kosmetik berada di bawah aturan yang berlainan, sehingga kalimat yang wajar untuk satu kategori bisa menjadi pelanggaran pada kategori lain.

Bagi pembaca, konsekuensinya praktis. Begitu Anda tahu sebuah produk berkode ML, Anda juga tahu keterangan yang sah tentangnya berhenti pada isi, cara pakai, dan asalnya. Penawaran yang melangkah jauh melewati batas itu sedang berbicara di luar kategorinya sendiri — dan itu bisa Anda kenali tanpa perlu menjadi ahli.

Kode bukan peringkat mutu

Ini bagian yang paling sering disalahpahami, dan sengaja kami tulis terpisah supaya tidak terlewat. Kode di depan nomor izin edar tidak menyusun produk dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Empat hal berikut tidak bisa disimpulkan dari kodenya:

  • Bukan peringkat mutu. Huruf di depan nomor menerangkan kategori dan asal, bukan penilaian atas isi produknya.
  • Bukan keterangan hasil. Kategori apa pun tidak menerangkan apa yang akan seseorang rasakan setelah memakai produknya.
  • Bukan bukti nomor masih berlaku. Kode bisa terbaca benar sementara nomor di belakangnya sudah tidak ditemukan lagi di pangkalan data.
  • Bukan bukti nomor itu milik produk yang Anda pegang. Nama produk dan pendaftarnya harus ikut dicocokkan.

Karena itu kalimat semacam "berkode ML, jadi pasti lebih bagus" tidak punya dasar. ML hanya berarti pangan olahan yang diproduksi di luar negeri. Tidak ada penilaian mutu yang terkandung di dalam dua huruf itu, dan penjual mana pun yang menyiratkan sebaliknya sedang menambahkan makna yang tidak ada.

Setelah huruf, baru angkanya

Membaca kodenya adalah langkah pertama yang murah dan cepat. Langkah keduanya tetap tidak tergantikan: mencocokkan deretan angka di belakangnya ke pangkalan data resmi, lalu memeriksa nama produk dan pendaftarnya benar-benar sama dengan yang ada di tangan Anda. Caranya kami uraikan langkah demi langkah di halamanmemeriksa nomor di situs BPOM, lengkap dengan daftar nomor lama yang masih beredar padahal sudah tidak cocok.

Satu catatan penutup yang berlaku untuk seluruh katalog: produk konsumsi dan produk luar tidak boleh disandingkan begitu saja. Beda kategori berarti beda aturan pakai, dan itu terbaca sejak dua huruf pertamanya — lihat misalnyakode NA pada Sensei Suru yang dipakai di kulit, bukan dikonsumsi.

Lihat Kodenya Apa Adanya

Setiap halaman produk kami mencantumkan kategori registrasi dan nomor izin edarnya terbuka, supaya bisa Anda cocokkan sendiri ke data resmi.

Lihat Rangkaian Produk

Ingin melihat kategori tiap produk berdampingan? Kami susunperbandingan empat produk pada fakta labelnya, termasuk kolom kategori izin edarnya.

Disclaimer: Seluruh produk konsumsi di situs ini terdaftar di BPOM RI sebagai pangan olahan, bukan obat, dan tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan, mengobati, atau mencegah penyakit apa pun. Hasil dapat berbeda pada tiap individu. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi, terutama bila Anda sedang hamil, menyusui, memiliki alergi, atau sedang dalam perawatan dokter. Teliti sebelum membeli, dan selalu baca label sebelum mengonsumsi.
Pesan via WhatsApp